Download mudah Pemetaan SK& KD,SK & KD,kkm,prota ,rpp,Silabus,promes,
IPA SMP Kelas VII, VIII, dan IX KTSP
Sudahkah
guru melakukan pemetaan silabus pada rpp-nya? Selain berguna untuk menentukan
alur pembelajaran, pemetaan SK
dan KD juga
berguna untuk mencapai target pembelajaran
Pemetaan
SK / KD dalam
menyusun Silabus terkadang tidak disertai telaah yang mendalam. Memang dalam
menyusun silabus, pemetaan SK/KD menjadi hal tersulit dilakukan oleh guru. Yang
menjadi pertanyaan apakah silabus yang Anda susun sudah melalui pemetaan
standar kompetensi dan kompetensi dasar (SK/KD)? Apakah Anda langsung menyusun
silabus? Dapatkah silabus langsung disusun tanpa melalui pemetaan? Pernahkah
Anda menyusun silabus tanpa pemetaan?
Apa jawaban guru-guru atas pertanyaan di atas?
Yup, tidak mungkin silabus disusun tanpa melalui pemetaan. Pada waktu guru
pertama kali diminta untuk menyusun silabus, apakah pada waktu itu menyusunnya
melalui pemetaan? Silabus yang pertama menjadi milik sekolah, apakah disusun
sendiri oleh guru-guru? Kenyataannya tidak, guru-guru memperoleh silabus yang
sudah jadi dari MGMP, ada yang download contoh silabus dari internet. Silabus
itu diperoleh tanpa pemetaan, bukan berarti si penyusun silabus itu tidak
melalui pemetaan.
Memetakan dan menganalisis SK/KD
Dewasa
ini guru diminta untuk menganalisis/memetakan SK/KD sebelum menyusun silabus dan
silabus tahun lalu harus dikembangkan. Bagaimanakah Anda menganalisis/memetakan
SK/KD? Mudahkah pemetaan ini? Apa yang harus Anda perhatikan dalam memetakan
SK/KD?
Untuk memetakan SK/KD, sekolah telah menyediakan
format pemetaan tersebut, kemudian dalam MGMP sekolah guru menganalisis
bersama-sama. Pemetaan ini bertujuan untuk menganalisis tingkat berpikir siswa
yang digunakan dalam SK/KD.
1.
Awal kita harus
perhatikan dahulu standar kompetensinya (SK), tingkat berpikirnya tergolong yang
mana.
2.
Jika kalimat SK
menyatakan isi materi/konsep dicapai melalui proses berpikir, maka kita gunakan tingkat berpikir dari Taksonomi
Bloom, yaitu C1 s.d. C6. Lihat daftar kata kerja
operasional yang terdapat dalam
SK.
3.
Sedang apabila kalimat
SK menunjukkan adanya kegiatan praktik (psikomotor), maka kita guna
pengukuran ranah psikomotorik, yaitu P1 s.d. P4.
Setelah kita menentukan tingkat berpikir atau
tingkat keterampilan psikomotor tertinggi untuk masing-masing SK, kita
lanjutkan untuk Kompetensi
Dasar-nya.
Tingkat berpikir dan psikomotor tertinggi untuk KD harus sama dengan SK.
Setelah itu, kita menentukan indikator yang secara berturut-turut diperlukan
untuk mencapai KD tersebut.
1.
Untuk mencapai tingkat
berpikir dan psikomotor suatu KD, maka tingkat berpikir dan psikomotor
indikator dimulai dari yang terendah, ranah C1 atau C2 sudah cukup.
2.
Secara bertahap
diharapkan proses berpikir itu meningkat hingga tingkat tertinggi tercapai
(C6). Karena psikomotor membantu mempermudah proses berpikir siswa, maka
tingkatan psikomotor cukup dipilih yang sesuai, tidak bertahap secara rinci
seperti tingkat berpikir.


0 comments:
Post a Comment